rt,.mw-parser-output ruby.large>rtc{font-size:.3em}聖 (セイント)☆おにいさんcode: ja is deprecated , Hepburn: Seinto...">rt,.mw-parser-output ruby.large>rtc{font-size:.3em}聖 (セイント)☆おにいさんcode: ja is deprecated , Hepburn: Seinto...">

Saint Young Men

seri manga Jepang

Saint Young Men (Jepang: (セイント)☆おにいさん, Hepburn: Seinto Oniisan) adalah sebuah seri manga komedi Jepang bergenre potongan kehidupan yang ditulis dan diilustrasikan oleh Hikaru Nakamura. Manga ini mengisahkan tentang Yesus Kristus dan Buddha Gautama, yang hidup bersama sebagai teman sekamar dalam sebuah apartemen di Tokyo. Manga ini telah dimuat oleh Kodansha dalam majalah manga seinen bulanan mereka, Morning 2, sejak bulan September 2006, dan bab-babnya telah dibundel menjadi dua puluh volume tankōbon. A-1 Pictures mengadaptasi seri manga ini ke dalam dua animasi DVD asli dan sebuah film anime yang dirilis pada tanggal 10 Mei 2013.

Saint Young Men
Sampul volume pertama Saint Young Men yang diterbitkan oleh Kodansha
聖☆おにいさん
(Seinto Oniisan)
GenreKomedi,[1] potongan kehidupan[2]
Manga
PengarangHikaru Nakamura
PenerbitKodansha
MajalahMorning 2
DemografiSeinen
Terbit22 September 2006 – sekarang
Volume20
Animasi DVD orisinal
SutradaraNoriko Takao
SkenarioRika Nezu
MusikKeiichi Suzuki
Ryomei Shirai
StudioA-1 Pictures
Tayang 3 Desember 2012 23 Agustus 2013
Episode2
Film anime
SutradaraNoriko Takao
SkenarioRika Nezu
MusikKeiichi Suzuki, Ryomei Shirai
StudioA-1 Pictures
Tayang10 Mei 2013 (2013-05-10TJepang)
Durasi90 menit
 Portal anime dan manga

Di Jepang, manga Saint Young Men terjual lebih dari 16 juta kopi. Beberapa volume tunggal dari seri ini sering kali muncul dalam daftar-daftar mingguan dan tahunan manga terlaris di Jepang. Manga ini memperoleh Penghargaan Kebudayaan Osamu Tezuka dan dinominasikan pada Festival Komik Internasional Angoulême. Adaptasi filmnya mendapatkan sambutan yang baik dari publik Jepang.

Ikhtisar

Yesus Kristus (イエス・キリスト, Iesu Kirisuto, disuarakan oleh Mirai Moriyama dalam anime[3]) dan Buddha Gautama (ゴータマ・ブッダ, Gōtama Budda, disuarakan oleh Gen Hoshino dalam anime[3])—yang masing-masing merupakan figur utama dalam agama Kristen dan Buddha, hidup bersama sebagai teman sekamar di sebuah apartemen yang terletak di Tachikawa, pinggiran kota Tokyo. Ketika berkunjung ke bumi, mereka berusaha untuk menyembunyikan identitas mereka dan memahami masyarakat Jepang modern. Setiap bab menampilkan kehidupan mereka sehari-hari, seperti ketika berwisata, minum-minum, membuat blog, atau bermain permainan video.[4][5]

Yesus digambarkan sebagai orang yang penuh semangat karena rasa cintanya pada semua hal (termasuk belanja), sementara Buddha cenderung tenang dan hemat serta menyukai manga.[2][4] Unsur komedinya sering melibatkan lelucon visual dan permainan kata-kata, termasuk candaan-candaan dari unsur-unsur agama Kristen dan Buddha; sebagai contoh, ketika Yesus mengubah air di pemandian umum menjadi air anggur dan Buddha yang dapat bersinar saat sedang bersemangat.[4]

Produksi

Sebelum menulis Saint Young Men, Hikaru Nakamura sedang mengerjakan Arakawa Under the Bridge, yang mulai dimuat sejak tanggal 3 Desember 2004, dalam edisi pertama majalah manga Young Gangan milik Square Enix.[6] Karya tersebut menarik perhatian seorang editor dari majalah Weekly Morning, yang menginginkan Nakamura untuk menerbitkan sebuah seri bagi majalah tersebut.[7] Ia menerima tawaran tersebut karena kagum pada karya-karya Kaiji Kawaguchi, seperti Zipang dan The Silent Service yang dimuat dalam majalah Weekly Morning.[7] Judul "Saint Young Men" didasarkan dari sebuah lagu karya Denki Groove dan Scha Dara Parr yang berjudul "Saint Ojisan" (聖☆おじさん, Seinto Ojisan, terj. har.'"Pria Tua Suci"').[8] Berawal dari sketsa dua orang sahabat yang mengenakan kemeja kasual, muncul idenya untuk menggambarkan Yesus dan Buddha sebagai orang biasa.[7]

Nakamura membayangkan sebuah manga komedi yang tokoh protagonisnya adalah "karakter yang teramat sangat kuat", dan menyadari bahwa sosok karakter dengan sifat ketuhanan cocok dengan dasar pemikiran ini.[9] Awalnya ia merencanakan Yesus menjadi karakter dalam seri ini, tetapi untuk menambah kelucuan, ia juga menambahkan tokoh Buddha. Kepribadian mereka yang berlawanan, terinspirasi dari saudari Nakamura dan suami dari saudarinya; dengan mengamati hubungan keduanya, Nakamura menyaksikan beberapa interaksi yang kocak.[9] Ia juga melihat kesamaan antara Buddha versinya dan Buddha versi Osamu Tezuka.[10]

Terlepas dari referensi-referensi religi dalam seri ini, Nakamura menyatakan bahwa ia hanya menggunakan pengetahuan pribadinya dan beberapa aspek dalam kehidupan modern—seperti yakuza dan blog, dan ia menambahkan hal-hal tersebut bukan untuk menjadikannya kritis namun karena cocok dengan ceritanya.[9] Demikian pula, karakter-karakter sekunder dimasukkan dalam seri ini hanya jika sebuah bab membutuhkan karakter baru untuk memperkenalkan suatu topik. Tema-tema semua bab diciptakan sebelum penggambaran situasi dan lelucon. Namun apabila Nakamura memiliki sebuah tema yang spesifik, ia menciptakan beberapa lelucon dan kemudian menghubungkannya untuk membentuk sebuah cerita. Ketika membuat sebuah bab yang lebih sederhana—dibandingkan dengan bab yang rinci dan tematik, ia menulis tanpa perlu khawatir untuk menciptakan berbagai lelucon dan situasi terlebih dahulu. Dengan bantuan empat orang asistennya, ia membutuhkan waktu rata-rata sepuluh hari hingga dua minggu untuk menyelesaikan sebuah bab.[9]

Media

Manga

Seri Saint Young Men, yang ditulis dan diilustrasikan oleh Hikaru Nakamura, mulai dimuat dalam majalah manga seinen milik Kodansha, Morning 2 pada tanggal 26 September 2006.[11] Seri ini absen untuk sementara sejak tanggal 22 September 2011 hingga 22 Maret 2012 karena kehamilan Nakamura.[12][13] Edisi tankōbon (volume yang dibundel) pertamanya diterbitkan oleh Kodansha pada tanggal 23 Januari 2008 dan volume ke dua puluh nya diterbitkan pada tanggal 22 Juli 2022.[14][15] Sebuah buku panduan diterbitkan pada tanggal 23 April 2013.[16]

Seri ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, yakni dalam bahasa Tionghoa oleh Tong Li Publishing,[17] bahasa Prancis oleh Kurokawa,[18] bahasa Italia oleh J-Pop,[19] dan bahasa Spanyol oleh Norma Editorial.[20] Ed Chavez, editor dari penerbit asal Amerika, Vertical, telah menghubungi pemberi lisensi Jepang dari seri ini untuk meminta agar manga ini diterbitkan di Amerika Utara. Pemberi lisensi Jepang menolak karena menurut mereka orang-orang Amerika akan tersinggung dengan manga ini.[21]

Daftar volume

No.Tanggal rilis JepangISBN Jepang
1 23 Januari 2008[14]ISBN 978-4-06-372662-6
2 23 Juli 2008[22]ISBN 978-4-06-372720-3
3 23 Maret 2009[23]ISBN 978-4-06-372784-5
4 23 Oktober 2009[24]ISBN 978-4-06-372842-2
5 24 Mei 2010[25]ISBN 978-4-06-372906-1
6 24 Desember 2010[26]ISBN 978-4-06-372962-7
7 21 Oktober 2011[27]ISBN 978-4-06-387026-8
8 3 Desember 2012[28]ISBN 978-4-06-387168-5
9 23 Agustus 2013[29]ISBN 978-4-06-387232-3
10 23 Mei 2014[30][31]ISBN 978-4-8124-5333-9
ISBN 978-4-06-362274-4 (edisi terbatas)
11 23 Februari 2015[32][33]ISBN 978-4-06-388434-0
ISBN 978-4-06-358762-3 (edisi terbatas)
12 20 November 2015[34][35]ISBN 978-4-06-388532-3
ISBN 978-4-06-362317-8 (edisi terbatas)
13 21 Oktober 2016[36][37]ISBN 978-4-06-388654-2
ISBN 978-4-06-362339-0 (edisi terbatas)
14 22 September 2017[38][39]ISBN 978-4-06-510272-5
ISBN 978-4-06-397040-1 (edisi terbatas)
15 22 Juni 2018[40][41]ISBN 978-4-06-512011-8
ISBN 978-4-06-511313-4 (edisi terbatas)
16 22 November 2018[42][43]ISBN 978-4-06-513787-1
ISBN 978-4-06-511314-1 (edisi terbatas)
17 23 Juli 2019[44][45]ISBN 978-4-06-516515-7
ISBN 978-4-06-516517-1 (edisi terbatas)
18 22 Mei 2020[46][47]ISBN 978-4-06-519418-8
ISBN 978-4-06-519417-1 (edisi terbatas)
19 23 Maret 2021[48][49]ISBN 978-4-06-522540-0
ISBN 978-4-06-522565-3 (edisi terbatas)
20 22 Juli 2022[15][50]ISBN 978-4-06-528557-2
ISBN 978-4-06-528558-9 (edisi terbatas)

Anime

Produksi film anime dari manga ini pertama kali diumumkan dalam majalah Weekly Morning edisi ke-44.[51] Sebelum perilisan film, sebuah buku panduan dari film tersebut diterbitkan pada tanggal 30 April 2013.[52] Film tersebut disutradarai oleh Noriko Takao dan skenarionya ditulis oleh Rika Nezu. Karakter-karakternya didesain oleh Naoyuki Asano dan musiknya diciptakan oleh Keiichi Suzuki bersama Ryomei Shirai.[53] Film tersebut diproduksi oleh Aniplex, Kodansha, dan Toho, dianimasikan oleh A-1 Pictures, serta didistribusikan oleh Toho.[53] Film tersebut tayang perdana di Jepang pada tanggal 10 Mei 2013.[3] Album jalur suaranya dirilis oleh Aniplex pada tanggal 8 Mei 2013.[54] Kemudian, pada tanggal 23 Oktober 2013, film tersebut dirilis dalam format DVD dan Blu-ray.[55] Selain film tersebut, sebuah animasi DVD asli (OAD) dirilis bersama dengan manga volume 8.[53] OAD kedua dirilis bersama dengan volume kesembilannya.[56]

Dalam sebuah wawancara dengan NHK World, para staf untuk anime menyatakan bahwa mereka berniat untuk tetap mempertahankan gaya seni dari manga saat membuat filmnya.[57] Mereka memutuskan untuk lebih fokus pada desain-desain karakter dan gambar, serta memutuskan untuk memberinya tampilan "sketsa", bukan "garis-garis gelap tebal" tradisional yang umum digunakan. Semua bayangan diwarnai dengan pensil, bahkan terkadang dicorat-coret untuk memastikan bahwa tampilan "sketsa" yang diharapkan dapat terlihat. Sama seperti versi manganya, film anime Saint Young Men juga menciptakan kembali berbagai tempat ramai pengunjung di daerah Tachikawa, termasuk Showa Memorial Park.[57]

Laga hidup

Sebuah film adaptasi laga hidup (live-action) telah ditayangkan di Piccoma TV, layanan streaming milik Kakao Japan, pada musim gugur 2018. Sutradaranya adalah Yūichi Fukuda [ja]; Ken'ichi Matsuyama berperan sebagai Yesus dan Shōta Sometani memerankan tokoh Buddha.[58]

Tanggapan publik

Manga

Saint Young Men menerima Penghargaan Kebudayaan Osamu Tezuka tahun 2009 untuk Manga Karya Pendek.[59] Edisi tahun 2009 dari buku panduan terbitan Takarajimasha berjudul Kono Manga ga Sugoi!, yang menyurvei orang-orang dan tokoh dalam industri manga dan penerbitan, menyebutnya sebagai seri manga terbaik untuk pembaca pria.[60] Saint Young Men dinominasikan untuk kategori "Komik Terbaik" pada Festival Komik Internasional Angoulême.[51] Karena kepopulerannya, edisi-edisi majalah Morning 2 terjual habis di kios-kios majalah. Oleh karena itu, pada bulan Mei 2009 Kodansha mulai menyediakan majalah tersebut dalam versi daring pada hari yang sama setelah terbit.[61] Seri ini masuk dalam jajaran 20 teratas seri manga terlaris di Jepang pada tahun 2009, 2011, dan 2013.[62][63][64] Sebelas volume pertama masuk dalam daftar 50 manga terlaris di Jepang pada tahun terbitnya masing-masing.[65] Hingga bulan Juni 2018, manga ini telah terjual sebanyak 16 juta kopi di Jepang.[66] Manga ini juga ditampilkan di British Museum pada tahun 2011.[57] Pada tahun 2014, The Daily Dot melaporkan terjadinya peningkatan penggemar dari Barat yang menyebarkan beragam gambar berformat GIF dari seri ini yang disebarkan via Tumblr.[2]

Penulis komik Paul Gravett memilih seri ini sebagai salah satu komik terbaik Jepang tahun 2008,[67] sedangkan penulis Shaenon Garrity dan Jason Thompson memilih Saint Young Men sebagai salah satu judul manga yang paling diinginkan untuk memperoleh lisensi pada tahun 2010.[68] Kritikus manga Jepang, Kaoru Nagayama, menyebut bahwa manga ini "menyenangkan untuk dibaca" serta memuji Arakawa karena mempertahankan karakter dan sifat—kebaikan hati—Yesus dan Buddha yang sebenarnya bahkan ketika dihadapkan dengan kejahatan.[57] Carlo Santos dari Anime News Network mengkritik gaya seni Saint Young Men dan mempertanyakan kapasitas dari manga ini untuk berkembang menjadi sesuatu yang lain daripada "Yesus dan Buddha yang bergaul, sementara orang-orang normal melakukan hal-hal memalukan pada mereka". Santos mengeluhkan fakta bahwa berbagai perbedaan filosofis serta kepribadian Yesus dan Buddha tidak dieksplorasi lebih lanjut. Namun Santos memuji unsur komedi dalam seri ini—menyebutkan bahwa komedinya tergolong sederhana dan berkata, "kecemerlangan Saint Young Men bukan berasal dari fakta bahwa manga ini meremehkan dua agama besar dunia secara sengaja, tetapi dengan menyoroti kebiasaan-kebiasaan dari dunia sekuler ketika tokoh-tokoh agama terkenal ini ditempatkan di dalamnya". Menurutnya, seri ini tidak kehilangan kapasitasnya untuk membuat pembaca tertawa seiring dengan perkembangan alur ceritanya, tidak seperti manga lainnya.[5] Jolyon Baraka Thomas dari The Guardian memuji keandalan semua "lelucon visual dan permainan kata-kata" dalam seri karya Nakamura ini, dan menulis: "Cerita karyanya bukanlah suatu pengenalan terhadap doktrin-doktrin keagamaan yang menyulitkan, juga tidak menampilkan banyak penjelasan secara terang-terangan terkait peranan agama-agama dalam masyarakat zaman sekarang".[4]

Film

Adaptasi film anime Saint Young Men menduduki peringkat kesembilan di bioskop-bioskop Jepang setelah dirilis, dengan meraih keuntungan sejumlah ¥49,930,836 (US$491,369) di 75 bioskop.[69] Pada akhir pekan berikutnya, film tersebut turun ke peringkat sebelas[70] dan kemudian ke peringkat dua belas,[71] mengakhiri penayangannya dengan keuntungan kotor sebesar 300 juta yen ($1.888.062).[72][73] Perilisan DVD-nya meraih peringkat tujuh pada minggu pertamanya dalam daftar DVD anime terlaris Jepang, kemudian turun ke posisi kedua puluh sembilan pada minggu keduanya dalam daftar tersebut.[74][75]

Referensi

Pranala luar